Kamis, 12 September 2013

GAS RUMAH KACA (GRK) DAN POLUTAN UDARA


Pemansan global  terjadi ketika ada konsentrasi gas-gas  tertentu yang dikenal dengan gas  rumah kaca,  yg  terus  bertambah  di  udara.  Gas Rumah Kaca dapat terbentuk secara alami maupun dihasilkan dari berbagai kegiatan manusia yang mengakibatkan pencemaran.

A.  Sumber Gas Rumah Kaca
1.    Karbon Dioksida (CO2)
Karbon dioksida adalah gas rumah kaca terpenting penyebab pemanasan global yang sedang ditimbun di atmosfer karena kegiatan manusia. Sumbangan utama manusia terhadap jumlah karbon dioksida dalam atmosfer berasal dari pembakaran bahan bakar fosil, yaitu minyak bumi, batu bara, dan gas bumi. Misalnya pembakaran metana akan menghasilkan karbon dioksida dan air. Selain itu limbah padat, dan kayu untuk menghangatkan bangunan, menggerakkan kendaraan dan menghasilkan listrik serta perambahan hutan juga telah meningkatkan jumlah karbondioksida yang dilepas ke atmosfer.
2.   Metana (CH4)
Metana dihasilkan ketika jenis-jenis mikroorganisme tertentu menguraikan bahan organik pada kondisi tanpa udara (anaerob). Gas ini juga dihasilkan secara alami pada saat pembusukan biomassa di rawa-rawa sehingga disebut juga gas rawa. Metana mudah terbakar, dan menghasilkan karbon dioksida sebagai hasil sampingan. Sawah merupakan kondisi ideal bagi pembentukannya, di mana tangkai padi nampaknya bertindak sebagai saluran metana ke atmosfer. Meningkatnya jumlah ternak sapi, kerbau dan sejenisnya merupakan sumber lain yang berarti, karena metana dihasilkan dalam perut mereka dan dikeluarkan ketika mereka bersendawa dan kentut. Metana juga dihasilkan dalam jumlah cukup banyak di tempat transportasi batu bara, gas alam dan minyak bumi, pembusukan limbah organik di tempat pembuangan sampah (landfill) pembuangan sampah. Namun di satu sisi metana juga menguntungkan sebagai bahan bakar bagi ketel uap untuk menghasilkan energi listrik.
3.  Dinitrogen Oksida (N2O)
Dinitrogen oksida adalah juga gas rumah kaca yang terdapat secara alami yang berasal kegiatan mikroorganisme dalam tanah dan pemakaian pupuk nitrogen Dinitrogen oksida juga dihasilkan dalam jumlah kecil oleh pembakaran bahan bakar fosil (minyak bumi, batu bara, gas bumi).
4.  Ozon (O3)  
Ozon adalah gas rumah kaca yang terdapat secara alami di atmosfer (troposfer, stratosfer). Di troposfer, ozon merupakan zat pencemar hasil sampingan yang terbentuk ketika sinar matahari bereaksi dengan gas buang kendaraan bermotor. Molekul ozon juga dapat terbentuk dengan bantuan sinar ultraviolet. Secara buatan ozon didapat dari berbagai sumber seperti peralatan listrik bervoltase tinggi, peralatan sinar Rontgen, dan spektograf.
5. Cholorofluorocarbon (CFC)
Chlorofluorocarbon adalah sekelompok gas buatan. CFC mempunyai sifat-sifat, misalnya tidak beracun, tidak mudah terbakar, dan amat stabil dihasilkan dari proses mengembangkan busa, di dalam peralatan pendingin ruangan dan lemari es, semprotan parfum selain itu juga sebagai pelarut untuk membersihkan microchip.

B. Sumber Polutan Udara
1.  CO (Karbon Monoksida)    
Karbon monoksida adalah gas beracun, tidak berwarna, tidak berbau, dan tidak berasa. Karena sifatnya yang tidak berbau, CO biasanya bercampur dengan gas-gas lain yang berbau sehingga CO dapat terhirup secara tidak disadari bersamaan dengan terhirupnya gas lain yang berbau. CO dihasilkan dari limbah industri terutama dari hasil pembakaran tidak sempurna gas alam dan material-material lain yang mengandung karbon, produk dari aktivitas gunung berapi. CO antropogenik dari emisi automobil dan industri memberikan kontribusi pada efek rumah kaca dan pemanasan global. Secara alami gas CO terbentuk dari proses meletusnya gunung berapi, pembakaran bahan bakar fosil dengan udara, proses biologi, dan oksidasi hidrokarbon seperti metana yang berasal dari tanah basah dan kotoran mahluk hidup. Selain itu, secara alami CO juga diemisikan dari laut, vegetasi, dan tanah.
2.  Sulfur dioksida (SO2)
Sumber-sumber SO2 alamiah adalah gunung-gunung berapi, pembusukan bahan organik oleh mikroba, dan reduksi sulfat secara biologis. Sumber sumber buatan berasal dari pembakaran batubara pada pembangkit listrik, berbagai proses industri seperti pembuatan kertas dan peleburan logam-logam dapat mengemisikan SO2 dalam konsentrasi yang relatif tinggi dan kendaraan umum.
3.     Nitrogen dioksida (NO2)
merupakan pencemar udara yang berwarna coklat kemerahan dan berbau tajam. berasal dari emisi kendaraan bermotor dan kegiatan industri.
4.   Gas Hidro karbon (HC)
Pembakaran yang tidak sempurna, bahan bakar bensin dan solar, turbin gas, pesawat terbang dan penggunaan pelarut organik.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar